ARTI 5 JARI DALAM ISLAM

 Bismillahirrahmanirrahim..

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.. penulis ✍️ Awaludin Makrifatullah @sorotan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf 


""Arti 5 jari dalam Islam, di antaranya:

Jari manis diibaratkan sebagai sahabat Nabi Utsman, sedangkan jari kelingking diibaratkan sebagai Ali (Haidar).

Jari-jari tangan memiliki hikmah yang disembunyikan oleh Allah, dan manusia belum mampu memahaminya.

Semua ciptaan Allah memiliki hikmah, namun manusia kurang mengerti dan memahami. 

 

Selain itu, jari-jari tangan juga memiliki makna lain, yaitu: 

 

Jari tengah atau panunggul mengingatkan agar tidak bersikap sombong dan mengunggulkan diri sendiri. 

 

Jari jempol adalah yang paling dekat dengan hati ketika berdoa. 

 

Jari telunjuk biasa digunakan untuk menunjukkan arah, visi, fokus, dan sasaran. 

 

Jari kelingking dapat membentuk huruf alif. 

 

Jari manis, jari tengah, dan jari telunjuk dapat membentuk huruf lam (double). 

 

Jari jempol dapat membentuk huruf ha'. 

 


#Mukjizat Jari Jemari""

PELAJARAN


Al-Qur’an merupakan petunjuk, rahmat dan cahaya bagi umat manusia di setiap zaman dan tempat. Sebab, tak ada satupun teori ilmiah atau fenomena alam yang tidak disebutkan dalam Al-Qur’an sejak lebih dari empat belas abad silam.


Telapak Tangan

Telapak Tangan

Cobalah kita untuk lebih memperhatikan garis utama kedua telapak tangan kita, (lihat gambar/lihat telapak tangan kita), Di atas telapak tangan kita tampak bertuliskan dalam angka Arab yaitu : |/\ pada telapak tangan kanan, artinya : 18 dan /\| pada telapak tangan kiri, artinya : 81 Jika kedua angka ini dijumlahkan, 18+81 = 99. 99 adalah jumlah nama/sifat Allah, Asmaul Husna yang terdapat dalam Al-Quran ! Bila 18 dan 81 ini dirangkaikan, maka terbentuk angka 1881. Angka ini adalah angka kelipatan 19 yang ke-99 ! ( 19 x 99 = 1881 ) Seperti diketahui angka 19 adalah fenomena tersendiri dalam Al-Quran, yang merupakan bukti kemukjizatan al-Quran.


Tahukah kita, bahwa ruas-ruas tulang jari (tapak tangan maupun telapak kaki) kita, terkandung jejak-jejak nama Allah, Tuhan yang sebenar pencipta alam semesta beserta isinya ini. Kalau tidak percaya bisa didemonstrasikan. Silakan perhatikan salah satu tapak tangan kita (bisa tangan sebelah kanan bisa juga tangan sebelah kiri). Perhatikan lagi dengan lebih seksama:


jari kelingking ==> membentuk huruf alif

jari manis, jari tengah, & jari telunjuk ==> membentuk huruf lam(double)

jari jempol (ibu jari) ==> membentuk huruf ha’

Jadi jika digabung, maka bagi anda yang mengerti huruf Arab akan mendapati bentuk tapak tangan itu bisa dibaca sebagai Allah (dalam bahasa Arab).Maka benarlah firman Allah SWT : “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar.


…أَوَلَمۡ يَكۡفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ ۥ عَلَىٰ كُلِّ شَىۡءٍ۬ شَہِيدٌ


Artinya,

“Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (QS. Fushshilat [41]:53)


Ilmu pengetahuan modern menyingkap banyak hal yang membuat keimanan seorang mukmin terhadap keterangan Al Quran semakin mantap. Ayat-ayat Allah di dalam Al Qur-an menjadi benar-benar jelas tergambar dan terbukti kebenarannya manakala kita melihat bukti-bukti nyata dalam alam semesta dan kemajuan ilmu pengetahuan.


Dalam kasus pembunuhan misalnya, Polisi dapat mengidentifikasi kejahatan berdasarkan sidik jari yang ditinggalkan oleh pelaku di tubuh korban. Hal ini disebabkan struktur sidik jari setiap orang berbeda satu dengan lainnya. Bila kelak penjahat itu telah ditemukan maka untuk membuktikan kejahatannya sidik jarinya akan dicocokkan dengan sidik jari yang ada dalam tubuh korban. Maka si penjahat tidak dapat memungkiri perbuatannya di hadapan polisi.


Karena itu pula seorang yang mau menggunakan ATM (Anjungan tunai Mandiri) di masa depan mungkin tidak perlu lagi menggunakan kode-kode PIN yang perlu dia ingat. Cukup dengan menaruh telapak tangan di atas mesin yang dapat mengidentifikasi dirinya. Jumlah uang yang diinginkan pun tidak perlu ditekan-tekan lagi tetapi cukup dengan diucapkan dan komputer akan menerjemahkannya dalam bahasa angka. Berapa jumlah uang yang Anda minta akan diberikan dan uang di rekening Anda akan dipotong dengan sendirinya. Pintu rumah di zaman yang akan datang tidak perlu lagi dikunci dengan alat kunci tradisional tetapi bisa dibuka oleh alat sensor yang hanya mengenal jari-jari orang tertentu saja.


Keistimewaan pada jari jemari manusia menunjukkan kebenaran firman Allah yang menyatakan bahwa segala sesuatu ada bekasnya. Allah tidak akan menyia-nyiakan bekas-bekas ini untuk dituntut di yaumil akhir nanti. “Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.


… وَنَڪۡتُبُ مَا قَدَّمُواْ وَءَاثَـٰرَهُمۡۚ وَكُلَّ شَىۡءٍ أَحۡصَيۡنَـٰهُ فِىٓ إِمَامٍ۬ مُّبِينٍ۬


Artinya,

”Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yaasin [36]:12)


 

*#Sahabat Nabi Bagaikan Jari yang Lima"


Kita semua tahu manusia itu memiliki lima jari. Lima jari itu sangat sempurna, pas dan indah untuk dipandang. Coba kita bayangkan seandainya ia kurang satu atau kelebihan satu, pasti akan tampak lucu dan aneh. Maha Suci Allah yang telah menciptakan manusia sebaik-baik bentuk. Ia tahu mana yang terbaik untuk hambaNya. Namun, di balik keindahan ciptaanNya itu, tidakkah kita berpikir bahwa apakah tidak ada filosofi atau hikmah di sana? ataukah hanya berada keindahannya saja.


Ya, tentu tidak. Allah itu sifatnya Hakim: penuh hikmah. Pastinya, di balik ciptaanNya itu ada sesuatu makna yang Ia sembunyikan. Seperti layaknya jari kita ini, pasti banyak hikmah dan rahasia di baliknya. Baik seperti shalat yang berdoa lima waktu, rukun Islam yang lima dan juga lima orang nabi yang mendapatkan gelar Ulul ‘Azmi dariNya.


Pada kesempatan ini, penulis ingin membahas satu hikmah saja mengenai jari itu yakni ‘#penyimbolan nabi dan sahabatnya dengan jari yang lima’:


– JARI TELUNJUK. Abubakar As-Shiddiq disimbolkan dengan jari telunjuk. Beliau adalah sahabat yang paling pertama masuk Islam. Sahabat yang paling kuat imannya kepada Nabi Muhammad dan sahabat yang paling cepat membenarkan apa yang disampaikan oleh Rasulullah. Apa saja yang nabi katakan langsung dibenarkan tanpa perlu banyak bertanya. Sehingga beliau digelar dengan As-Shiddiq, yang paling cepat membenarkan.


Lalu apa dengan jari telunjuk? Jari telunjuk adalah lambangnya ‘tauhid’. Tidakkah kita lihat disaat seseorang penceramah mengatakan ‘Puji syukur kita panjatkan kepada Allah’ dia menunjuk ke atas menggunakan jari telunjuknya. Dan disaat seorang shalat saat duduk tasyahud ia mengucapkan lafadh kalimat syahadat dengan mengangkat jari telunjuknya bukan jari yang lain. Karena jari ini disimbolkan dengan keimanan mana sarafnya juga berhubungan langsung dengan hati. Abu Bakar sangatlah cocok disimbolkan dengan jari ini karena beliaulah sahabat nabi yang paling kuat imannya


– JARI TENGAH. Jari tengah dilambangkan dengan Sayyiduna Umar bin Khattab . Jari tengah adalah jari yang paling panjang dan paling gagah di antara jari yang lain, Sayyiduna Umar berpostur paling besar dan paling gagah dibandingkan sahabat-sahabat Rasulullah Saw yang lainnya. Umar juga digelar dengan Al-Faruq yang artinya ‘pemisah antara yang benar dan yang salah’. Kisahnya pada saat itu tidak ada sahabat yang berani shalat di Ka’bah pertama kali Say selainyiduna Umar.


Begitu Umar masuk Islam, ia datang kepada nabi dan berkata, “Wahai Rasulullah, adakah yang kita lakukan ini kebenaran?” Rasul menjawab, “Iya” . Maka Umar langsung pergi ke depan Ka’bah dan shalat di sana di hadapan orang banyak. Tak ada seorang pun kafir Quraisy yang berani mengganggunya. Saat acara ia digelar dengan Al-Faruq. Ini sesuai dengan posisi jari tengah. Ia juga berada tepat di tengah jari, membelah jari menjadi dua, memisahkah dua jari di kanan dan kirinya. SubhanAllah.


– JARI MANIS. Jari Manis disimbolkan dengan Sayyiduna Ustman bin Affan . Karena di antara semua jari, jari manislah yang bentuknya paling cantik dan paling sederhana. Ia tidak terlalu besar dan kecil, tidak terlalu panjang dan pendek. Ini sama seperti perawakan Utsman bin Affan. Beliau sahabat nabi yang paling tampan dibanding sahabat yang lain. Juga postur tubuhnya yang sederhana tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.


Ustman juga dikenal dengan sahabat nabi yang paling kaya. Beliau sangat banyak memberikan hartanya untuk membantu perjuangan nabi. Bahkan tercatat, rekening pertama di dunia yang masih ada sampai saat ini adalah rekeningnya Ustman bin Affan. Beliau juga mewaqafkan kebun kurma yang masih dimanfaatkan sampai sekarang. Ini juga sama seperti jari manis. Kebanyakan orang memakai cincin pada jari itu, yang paling kaya di antara jari-jari yang lain.


– JARI KELINGKING Jari ini disimbolkan dengan Sayyiduna Ali bin Abi Thalib . Dimana jari ini adalah jari yang paling kecil di antara jari yang lain. Seperti Ali bin Abi Thalib, sahabat nabi yang paling muda dan masuk Islam sejak masa belianya. Ini karena ia keponakannya nabi dan hidup bersama nabi, dididik dan dirawat olehnya. Ali juga menjadi penutup empat sahabat yang bergelar ‘Khulafaur Rasyidin’ (kelompok-kelompok Rasulullah yang terpetunjuk). Sebagaimana jari kelingking yang menjadi penutup bagi jari-jari yang lainnya.


– IBU JARI. Ibu jari disimbolkan dengan Nabi kita Muhammad Saw. Jari ini adalah pemimpin jari-jari lain dan paling berpengaruh di antara mereka. Keempat jari tadi tidak akan berguna tanpa ibu jari. Coba bayangkan bagaimana cara kita makan tanpa ibu jari. Bagaimana cara menulis tanpa ibu jari. Dan bagaimana kita pegang sesuatu seperti pedang dan cangkul tanpa ibu jari, ini tak akan kuat dan sempurna. Sama seperti sahabat nabi yang telah datang, yang tak akan berguna tanpa kehadiran Rasulullah Saw.


Ini juga pernah berada dalam sebuah nadham yang menceritakan sifat-sifat Rasulullah saw. Jika dibaca secara lengkap maka salah satu dari baitnya yang artinya:


Jari kamu ada lima, dan dari lima itu dikabarkan


Demikian itu dengan qasad dan isyarat penerimaan pertanyaan


Jari telunjuk adalah As-Shiddiq, jari tengah adalah Al-Faruq


Jari manis adalah Ustman dan jari kelingking adalah Ali (Haidar: Singa).


Ini adalah salah satu hikmah sang pencipta, dan hanya sekelumit hikmah yang kita ketahui. Masih banyak hikmah-hikmah lain yang disembunyikan oleh Allah swt, belum mampu kita memahaminya. Intinya, semua ciptaan Allah itu ada hikmahnya, cuma kita manusia saja yang kurang mengerti dan memahami.


***

#Misteri IMan di Jari Tangan""

    

Bismillaahirrahmaanirrahiim "Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?" (QS.Adz-Dzaariyat :20-21) Pernahkah kita menyadari dan berpikir,mengapa tingkat keimanan mengalami fluktuasi (Turun-Naik)? Pernahkah bertanya pada diri sendiri,mengapa hal itu bisa terjadi? Pernahkah berusaha untuk mencari penyebabnya? Pernahkah melihat pada sekitar anggota tubuh ,manakah bukti yang membuat iman kita selalu mengalami perubahan,sehingga keislaman diri kita pun diragukan? Pernahkah kita menyadari bahwa kita mengaku islam,tetapi tidak mencerminkan suatu sikap/akhlaq islam? “Ayahku ‘Umar bin Khattab. Bercerita kepadaku sebagai berikut : “Pada suatu hari, ketika kami sedang berada di sisi Rasulullah SAW. Tiba-tiba muncul di hadapan kami seorang laki-laki berpakaian sangat putih, dan berambut sangat hitam. Tidak terlihat padanya bekas perjalanan dan tidak seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Dan ia langsung duduk ke dekat Nabi SAW. Lalu disandarkannya Lututnya ke Lutut Nabi SAW. Dan diletakkannya kedua Telapak Tangannya ke Paha Nabi SAW. Ia berkata : ”Ya Muhammad. Terangkan kepadaku tentang Islam?” Lalu Rasulullah SAW menjawab, “Islam adalah : 1. Mengakui tidak ada Tuhan, selain Allah dan Muhammad Rasulullah 2. Mendirikan Sholat 3. Mengeluarkan / Membayar Zakat 4. Puasa pada Bulan Ramadhan, dan 5. Haji ke Baitullah. Jika engkau sanggup melaksanakannya”. Engkau benar ! Kata orang itu. Ayahku bergumam : ”Kami heran terhadap orang itu, ia yang bertanya, tetapi ia pula yang mengatakan benar”. Kata Ayahku. ”Kemudian orang itu berlalu. Tetapi tidak berapa lama antaranya. Rasulullah SAW. bertanya kepadaku. Tahukah engkau, siapakah yang bertanya tadi ? Jawabku “Allah dan Rasul-Nya yang labih tahu”. Dan Sabda Rasulullah SAW : ”Ia adalah Jibril ! Ia datang kepadamu mengajarkan Agamamu”. (H.R. Muslim) Untuk menghayati hadist Rasulullah SAW diatas,cobalah ambil napas dalam-dalam lalu keluarkan perlahan,kemudian rentangkan dan lihatlah telapak tangan anda, dan hadapkan ke raut wajah. Anda akan melihat bahwa telapak tangan terdiri dari lima jari : 1.Jempol (Ibu jari) 2.Telunjuk, 3.Jari Tengah, 4.Jari Manis, dan 5.Kelingking Akan terlihat bahwa keempat jari (Telunjuk,Jari Tengah,Jari Manis dan Kelingking) mengarah ke depan (Horisontal). Sedangkan Ibu jari/jempol terlihat mengarah ke atas (Vertikal). Ibu Jari/Jempol merupakan elemen penghubung, yang artinya adalah keyakinan yang kuat dan mendasar dalam wujud keimanan kepada Allah SWT (Habbluminnallah) Sedangkan empat jari lainnya yang mengarah ke depan (horisontal) mengisyaratkan fungsi empat perangkat penyelenggara dalam hubungan antar makhluk untuk mengisi kehidupannya (Muamallah). Setiap organ tubuh manusia mengandung arti begitu juga dengan jari, dan setiap arti memiliki makna ,didalam makna terkandung tanda Kebesaran Sang Pencipta. Dan dari tanda Kebesaran Sang Pencipta menumbuhkan keimanan yang kuat. Telapak-tangan kita dengan kelima jarinya adalah kesempurnaan dalam kesederhanaan. Sempurna dalam fungsi dan sederhana dalam bentuk. Dan hal ini menandakan bahwa Manusia adalah wujud ciptaan teknologi yang Maha canggih sepanjang masa, tak ada teknologi yang lebih canggih dari diri manusia itu sendiri. Jari menunjukkan suatu perilaku manusia,dimana perilaku ini terwujud dalam RUKUN ISLAM yang menjadi PONDASI TAREKAT / LAKU LAMPAH setiap diri manusia. Nah, sekarang kita bahas satu-persatu mengenai jari - jemari, cobalah telungkupkan/balikkan arah telapak tangan anda,kemudian perhatikanlah dengan seksama : 1. Kelingking Ketika kita pandangi jari kelingking akan terlihat seperti bentuk huruf ALIF. Dalam rukun islam yang pertama adalah SYAHADAT. Syahadat merupakan suatu keyakinan awal pembuka pintu gerbang keimanan serta menuju jalan yang lurus dan menuju kehidupan selanjutnya. Sekarang coba anda lipat/tekuk jari kelingking kearah dalam/ketengah telapak tangan (bukan pada sisi telapak tangan),sebab manusia berada dalam kehidupan alam tengah (Buwana Tengah),apa yang terlihat ? Maka jari manis bahkan jari tengah dan telunjuk akan ikut condong/menekuk kebawah/tidak bisa tegak berdiri pada posisinya seperti semula. Isyarat apa yang dapat kita petik hikmahnya?...Bahwa apabila seseorang yang syahadatnya tidak benar pada realisasinya maka rukun islam yang berikutnya juga tidak akan benar/akan menikung/bengkok. 2. Jari Manis Ketika kita pandangi jari manis akan terlihat seperti bentuk huruf LAM. Dalam rukun islam yang kedua adalah SHOLAT. Sholat dalam arti yang luas merupakan perilaku nyata manusia dalam kehidupannya dengan Sang Pencipta dan seluruh makhluk ciptaan-NYA. Sholat merupakan pencerminan akhlaq manusia yang intinya untuk mencegah perbuatan keji dan mungkar, ketika akhlaq seseorang baik maka ia akan merasakan suatu kemanisan iman. Tetapi apabila akhlaqnya buruk maka ia akan merasakan kegelisahan dan neraka dalam dirinya. Sekarang coba anda lipat/tekuk jari manis kearah dalam/ketengah telapak tangan,apa yang terlihat? Maka jari kelingking,jari tengah dan telunjuk akan ikut condong/menekuk kebawah/tidak bisa tegak berdiri pada posisinya seperti semula Jari manis mengisyaratkan tubuh atau jasad manusia. Sebab dengan tubuh/jasad inilah manusia bisa berbuat,bertindak dan berperilaku . Sholat merupakan perilaku nyata dalam kehidupan bagi manusia sebagai seorang hamba,dan melalui sholat inilah yang menjadikan manusia mendapat busana kewibawaan,kehormatan,keagungan sehingga bisa menjadi Wali/kekasih Allah SWT dan merasakan kemanisan iman . Oleh karena itu kita pun sering melihat dijari manis sering diberi perhiasan cincin agar tampak menarik dan menambah kewibawaan seseorang sebagai isyarat busana kebaikan yang harus dipakaikan kepada jasad manusia. 3.Jari Tengah Ketika kita pandangi jari tengah maka terlihat seperti huruf LAM yang menunjukkan TASJID. Dan memiliki bentuk yang paling panjang bila dibandingkan dengan jari yang lainnya. Rukun Islam yang ketiga adalah ZAKAT. Zakat adalah tanda penyucian diri seorang hamba yang mewujudkan sikap Habblumminannas,yaitu sikap peduli,rasa kemanusiaan dan kasih sayang terhadap sesama manusia. Jari tengah mengisyaratkan JIWA manusia ,dimana sifat jiwa selalu mengikuti hawa nafsu,karna itu sangat penting dalam tindakan untuk penyucian jiwa,diantaranya yaitu dengan zakat atau dengan sedekah. Jiwa memiliki kehidupan yang panjang dan tidak mati ,walaupun jasad mati berkalang tanah,namun jiwa tetap hidup selamanya. Jiwa bukanlah Ruh ,hakekat Ruh Suci tiada cela dan dosa ,jiwa berasal dari persenyawaan antara Ruh dan Jasad. Jiwa adalah penggerak Nafsu ,karna itu jiwa terkadang disebut juga Nafs/Nafsu. Tasjid adalah Hidup yang Suci,yaitu dzat yang Maha Pemberi hidup/Sebagai Sumber Hidup,dan Tasjid bertahta pada yang dihidupkan oleh Sang Maha Pemberi Hidup. Tidak akan ada yang mengenal Sang Pemberi Hidup apabila tidak ada sesuatu yang dihidupkan-NYA. Sekarang coba anda lipat/tekuk jari tengah kearah dalam/ketengah telapak tangan,apa yang terlihat? Maka jari manis,jari manis akan ikut condong/menekuk kebawah/tidak bisa tegak berdiri pada posisinya seperti semula,oleh sebab itu apabila seseorang yang selalu mengikuti nafsunya/jiwa,maka jasad akan rusak dan mengalami penyiksaan. 4.Telunjuk Ketika kita pandangi jari telunjuk maka terlihat seperti huruf HA dan berakhir pada ibu jari/jempol. Rukun islam yang keempat adalah PUASA. Telunjuk sering digunakan untuk menunjuk-nunjuk sesuatu ,ketika kita memberikan suatu alamat sebuah jalan kepada orang yang tidak mengetahui,maka jari telunjuk yang berperan untuk menunjukkannya. Ketika kita marah ,maka jari telunjuk pula yang dipakai untuk menunjukkan suatu kesalahan/keburukan/kelemahan orang lain. Telunjuk sebagai isyarat manusia yang terdiri lahir dan bathin ,ketika manuia berusaha untuk mencapai suatu kebaikan dan untuk mendapat petunjuk/Hidayah dari Sang Pencipta,maka ibadah puasa yang sering dilakukan,dimana puasa ini melibatkan seluruh ornamen tubuh yang meliputi lahir dan bathin. Puasa dalam arti secara khusus tidak hanya mengekang kehendak jasad/lahir,tapi yang utama mengekang kehendak dari jiwa.Banyak cara/laku yang dilakukan dalam berpuasa dan tidak hanya dibulan ramadhan,tetapi disetiap gerak hidupnya ,hendaknya dapat berpuasa dari kehendak jiwa. Apakah yang dapat kita ambil hikmahnya ketika duduk Tasyahud dalam sholat sering mengacungkan jari telunjuk kearah depan sambil digerakkan (ada yang digerakkan keatas-bawah,samping kiri-kanan,dan berputar) ? Pada hakekatnya manusia adalah makhluk yang dinamis dan diberi anugerah akal,dengan akalnya itulah manusia diwajibkan untuk kritis/jeli dalam setiap perilakunya untuk dapat memilih /membedakan antara baik dan buruk,jalan yang lurus/yang menyesatkan,sehingga manusia tidak terjerumus pada kesyirikan dan tetap berada pada tali agama yang kokoh/jalan yang lurus,walaupun dalam kehidupan ini banyak cobaan/godaan yang membuat manusia merasa terombang-ambing bergerak kesana-kemari dan terperdaya oleh kehidupan duniawi. 5.Jempol (Ibu Jari) Ibu jari/jempol adalah wujud dari keteguhan iman/hati dari seorang hamba. Jempol merupakan jari yang dapat berdiri sendiri dan tidak terpengaruh maupun mempengaruhi keempat jari yang lainnya. Coba sekarang anda tekuk jempol ataupun anda tekuk keempat jari yang lainnya,apa yang terlihat? maka tidak mempengaruhi jari yang lainnya sehingga tetap be

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Empat Pandangan Terjadinya Manusia

SYAHADAT DIRI